Assalamu'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh.... Sugeng rawuh wonten ing Blog PORTAL GPAI ( Coretan Kecil GPAI Jalur Selatan )...Kula hangaturaken maturnuwun sampun kersa pinarak... Mugi-mugi migunani tumrapipun Panjenengan sedaya....Jazakumullahu khairan...

Selasa, 22 Januari 2013

NASEHAT UNTUK SUAMI ISTRI

Wahai SUAMI renungkanlah..!
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia.
Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah ...
Tidaklah setaqwa Aisyah Tidaklah setabah Fatimah
Justru, Isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah..
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama
Isteri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Isteri ternak, kamu gembalanya
Isteri adalah murid, kamu mursyidnya
Isteri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat isteri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Setika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandai isteri tulang yang bengkok, hati-hati meluruskannya
Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita, perlunya iman dan taqwa Untuk belajar meniti sabar dan ridho ALLAH Subhannahu Wata'ala karena Memiliki isteri yang tak sehebat mana Justru Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam Pun bukanlah Sahabat Ali Radhiyallahu'anhu
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEH. Aamiin.

Wahai ISTERI renungkanlah pula..!
Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam
Tidaklah setaqwa Ibrahim Tidak setabah Ayyub Tidak segagah Musa Apalagi setampan Yusuf
Justru Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang soleh
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami nakhoda kapal, kamu pengemudinya
Suami bagaikan pelakon yang nakal, kamu adalah penonton kenakalannya
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananya
Sekita suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami bengis lagi lancang, sabarlah memperingatkannya
Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH Ta'ala kerana Memiliki suami yang tak segagah mana.. Justru Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEHAH Aamiin.

Justru itu wahai SUAMI dan ISTERI Jangan menuntut terlalu tinggi Seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya
SUAMI dan ISTERI ingatlah:
Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah Andai diri tidak semulia Rasulullah
Tidak perlu isteri secantik Balqis Andai diri tidak sehebat Sulaiman
Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf Seandai kasih tak setulus Zulaikha
Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim Andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah.
MAKA BERSABARLAH, SESUNGGUHNYA SABAR BERNILAI IBADAH...

2 komentar:

  1. bagus sekali mas nasihatnya... bisa menambah keharmonisan antara suami dan istri...

    BalasHapus
  2. Subhanalloh...
    Nasehat dan ilmu tak lekang oleh waktu...inspiratif...

    BalasHapus

Followers