Assalamu'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh.... Sugeng rawuh wonten ing Blog PORTAL GPAI ( Coretan Kecil GPAI Jalur Selatan )...Kula hangaturaken maturnuwun sampun kersa pinarak... Mugi-mugi migunani tumrapipun Panjenengan sedaya....Jazakumullahu khairan...

Selasa, 12 Maret 2019

Materi Ajar Kelas 4 Semester II : Mari Melaksanakan Shalat


Sebagai muslim, kita harus rajin melaksanakan shalat fardhu lima waktu, sehari semalam. Shalat adalah tiang agama, jika rajin shalat maka Islam akan tegak. Jika tidak melaksanakan shalat maka Islam akan runtuh.
Shalat adalah wujud pengabdian kita kepada Allah SWT. Shalat akan membuat hati dan pikiran menjadi tenang, dan terhindar dari perilaku keji dan mungkar.

A.    Keutamaan Shalat
Pendalaman Materi ( Muatan KD 3.15 )
Shalat adalah wahyu Allah SW kepada Nabi Muhammad SAW yang diperintahkan saat Isra’ Mi’raj. Salat merupakan fondasi utama bagi tegaknya agama Islam. Amalan yang pertama dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya.

Shalat dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas. Khusyuk artinya dapat memusatkan pikiran, hati, dan gerakan. Memusatkan pikiran hanya kepada Allah SWT. Ihklas artinya melakukann perbuatan karena Allah SWT semata.
Shalat fardhu adalah shalat yang wajib dikerjakan setiap muslim. Shalat adalah tiang agama. Menunaikan shalat berarti menegakkan agama, meninggalkan shalat berarti merobohkan agama. Shalat merupakan batasan antara orang mukmin dengan orang yang tidak beriman.
Shalat fardhu adalah shalat wajib yang dilakukan lima kali dalam sehari semalam. Melaksanakan shalat fardhu akan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa. Dalam shalat gerakan dan bacaan shalat yang serasi sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Rasululah SAW bersabda :
صَلُوْا كَمَا رَاَيْتُمُوْنِيْ اُصَلِّ
Artinya : “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat.” (HR Bukhari Muslim)
Shalat memiliki beberapa keutamaan, antara lain :
1.       Shalat termasuk rukun Islam yang kedua setelah syahadatain
2.       Shalat diwajibkan atas muslim/muslimah yang diperintahkan Allah SWT
3.       Shalat merupakan amal perbuatan yang pertama kali akan ditanya pada hari kiamat
4.       Shalat merupakan amal shalih yang paling disukai Allah SWT
5.       Shalat dapat menghapuskan kesalahan dan menghilangkan keburukan
6.       Shalat dapat mencegah dan perbuatan keji dan mungkar
7.       Orang yang khusyuk shalatnya akan masuk surge Firdaus
8.       Shalat dapat sarana untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT.

B.     Makna Ibadah Shalat
Pendalaman Materi ( Muatan KD 3.15 )
Shalat secara bahasa berarti doa. Menurut istilah, shalat merupakan perkataan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir ( takbiratul ihram ) dan diakkhiri dengan salam. Ibadah shalat terdiri dari bacaan dan gerakan. Bacaan dan gerakan shalat harus serasi.
Ketika melaksanakan shalat kita membaca bacaan shalat. Bacaan shalat tidak sekedar dibaca, tetapi harus dipahami.
Perhatikan arti bacaan shalat berikut ini !
1.       Niat Shalat
a.     Bacaan Doa Niat Sholat Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.
b.     Bacaan Doa Niat Sholat Dzuhur

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardhazh-Zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dzuhur sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.
c.        Bacaan Doa Niat Sholat Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.
d.     Bacaan Doa Niat Sholat Maghrib

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga raka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam] karena Allah Ta’ala.
e.        Bacaan Doa Niat Sholat Isya

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya’ sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam] karena Allah Ta’ala
2.       Takbiratul ihram
اللَّهُ أَكْبَرُ
(Allaahu akbar)
Artinya: Allah Maha Besar
3.       Doa Iftitah
Bacaan Iftitah 1
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
(Alloohumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi. Alloohumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Alloohummaghsil khothooyaaya bil maa’i wats tsalji wal barod)
Artinya:
Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bacaan Iftitah 2
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
(Alloohu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiiroo wasubhaanalloohi bukrotaw wa-ashiilaa Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin)
Artinya:
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.

4.       Bacaan surat Al Fatihah


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

5.       Bacaan Rukuk
Bacaan ruku’ 1
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ
(Subhaana robbiyal ‘adhiimi) 3x
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung
Bacaan ruku’ 2
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
(Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih) 3x
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung dan segala puji bagiNya (HR. Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi)

Bacaan ruku’ 3

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى
(Subhaanaka alloohumma robbanaa wa bihamdika alloohummaghfirlii)
Artinya: Mahasuci Engkau, ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagiMu. Ya Allah ampunilah aku.
6.       Bacaan Iktidal
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
(Sami’alloohu liman hamidah)
Artinya: Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya (HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah tegak berdiri, beliau melanjutkan dengan membaca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
(Robbanaa walakal hamdu)
Artinya: Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya (HR. Bukhari dan Muslim)
Atau :
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ
(Robbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wal ardli wa mil-a maa syi’ta min syai’in ba’du)
Artinya: Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu

7.       Bacaan Sujud
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى
(Subhaana robbiyal ‘a’la) 3x
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi
Atau :
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
(Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih) 3x
Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji bagiNya (HR. Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi)
8.       Bacaan duduk di antara dua sujud
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى
(Allohummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii)
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilah kebutuhanku, berilah aku petunjuk dan berilah aku rezeki (Abu Dawud)
9.       Bacaan tasyahud awal
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
(Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh)
Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah (HR. Muslim)
Dalam riwayat An Nasa’i, kalimat terakhirnya: Muhammadan ‘abduhu warosuuluh.
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
(Attahiyyatu lillaah wash sholawaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna ‘abduhu warosuuluh)
Artinya: Segala penghormatan, shalawat dan kebaikan-kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya. (HR. Bukhari dan Muslim)
10.   Bacaan tasyahud akhir
Bacaannya sama dengan tasyahud awal dengan ditambah sholawat nabi.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
(Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.)
Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (HR. Bukhari)
11.   Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ
(Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh)
Artinya: Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian (HR. Abu Dawud)

C.    Perilaku yang Mencerminkan Pemahaman Ibadah Shalat
Pendalaman Materi ( Muatan KD 3.15 )
1.        Kebajikan terhadap Sesama
a.        Melatih kekompakan
Shalat lebih baik dikerjakan dengan berjamaah. Dalam melaksanakan shalat berjamaah, akan tampak kekompakan antara imam dan makmum. Kekompakan dalam shalat dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam piket kelas. Semua harus saling bekerja sama dan saling membantu agar pekerjaan selesai dengan cepat, bersih dan rapi.
b.       Mematuhi perintah ketua kelompok
Ketika melaksanakan shalat berjamaan, makmum tidak boleh mendahului gerakan imam. Semua gerakan dan bacaan shalat harus mengikuti imam. Hal itu sama halnya dengan meneladani pimpinan. Contohnya adalah ketua kelompok atau ketua kelas. Anggota kelompok harus patuh pada ketua kelompoknya.
c.        Tidak marah bila dinasihati
Imam yang salah ketika melaksanakan shalat, harus diingatkan makmumnya. Begitu pu;a dalam bekerja sama atau bermain. Tidak boleh marah jika diberitahu teman tentang kesalahan kita.
d.       Suka mengirimkan salam dan mendoakan teman
Gerakan dan bacaan terakhir dalam shalat adalah salam. Hal ini mengajarkan kita untuk saling memberikan salam kepada sesame teman sebagai bentuk doa.
e.        Menepati janji
Shalat yang paling utama dikerjakan di awal waktu. Ibaratnya shalat adalah bentuk janji kepada Allah SWT. Hal ini mengajarkan pada umat Islam untuk tidak menunda-nunda menepati janji kepada sesamanya.
f.         Memupuk rasa solidaritas
Shalat wajib hukumnya bagi seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat. Tidak ada perbedaan shaf dalam shalat. Siapa datang lebih dahulu berhak menempati shaf terdepan. Hal ini mengajarkan kita untuk memupuk rasa solidaritas, saling membantu dalam kebaikan dan takwa.
2.        Menghindari Perilaku Tercela
a.        Suka mengungkit-ungkit pemberian
Shalat harus dilakukan dengan khusyu’ dan ikhlas mengharap ridho Allah SWT.
Hal ini mengajarkan kepada kita untuk selalu ikhlas dalam berbuat sesuatu. Jangan pernah mengharap pujian atau imbalan dari orang lain terhadap kebaikan yang pernah kita lakukan.
b.       Suka meremehkan teman
Manusia sangat kecil di hadapan Allah SWT. Shalat mengajarkan kita mengagungkan Allah SWT dan merendahkan diri dihadapanNya. Shalat juga mendidik kita untuk bersikap rendah hati. Oleh karena itu, manusia tidak boleh meremehkan ciptaan Allah SWT termasuk meremehkan teman.
c.        Ingin menang sendiri
Shaf dalam shalat berjamaah boleh diisi siapa saja. Siapa yang dating lebih awal maka ia berhak menempati shaf yang terdepan. Tidak ada yang boleh menang sendiri dengan menggeser orang yang lebih dahulu dating. Hal ini mengajarkan kita untuk bersikap menang sendiri dalam pergaulan sehari-hari.
d.       Suka mencari
Shalat yang kita lakukan dengan niat ikhlas dan khusyu’ dapat menjauhkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Salah satunya adalah mengambil milik orang lain. Orang yang rajin shalat akan terhindar dari niat jelek mencuri milik orang lain.
e.        Suka meminta-minta
Dalam bacaan shalat terdapat permohonan kita kepada Allah SWT akan kasih saying, rezeki, kesehatan, keselamatan, kepandaian dan masih banyak lagi. Hanya kepada Allah SWT kita boleh meminta. Sikap suka meminta apalagi mengemis kepada sesame adalah perbuatan yang tidak terpuji.
f.         Suka berbohong
Shalat adalah peribadatan langsung kepada Allah SWT. Dengan shalat kita akan terhindar dari perbuatan suka berbohong karena ada yang mengawasi dan mencatat semua amal perbuatan kita.
g.       Suka mengganggu teman
Shalat harus dilaksanakan dengan konsentrasi dan khhusyu’. Tidak boleh menjahili teman apalagi sampai shalatnya batal. Hal ini mnegajarkan kita agar tidak suka mengganggu teman dalam pergaulan sehari-hari.

D.    Pengalaman Shalat di Rumah dan di Masjid
Pendalaman Materi ( Muatan KD 3.15 )
1.        Pengalaman shalat di rumah
Shalat adalah kewajiban setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Shalat dapat dilakukan di mana saja, asalkan tempatnya besih dan suci dari najis. Shalat bias dilakukan di rumah atau di masjid.
Walaupun dilaksanakan di rumah, shalat dapat kita laksanakan dengan berjamaah bersama orang tua dan adik atau kakak.

2.        Pengalaman shalat di masjid
Selain di rumah, kamu juga bias mengerjakan shalat di masjid. Banyak keuntungan apabila kita melaksanakan shalat di masjid. Nabi Muhammad SAW bersabda :
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Artinya : “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allâh. (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari, no. 1423 dan Muslim, no. 1031)

Shalat wajiib yang lima waktu subuh, zuhur, asar, maghrib, dan isya’ sebaiknya dilakukan secara berjamaah karena berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian (munfarid). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Artinya : “Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Penugasan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!
1.      Apa arti dari bacaan ini :
إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ
2.      Apa arti dari bacaan ini :
إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
3.      Apa arti dari bacaan ini :
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى
4.      Mengapa pengamalan ibadah shalat bisa mengajarkan kekompakan?
5.      Mengapa pengamalan ibadah shalat bisa mengajarkan kita untuk tidak berbohong?


Penilaian Harian 9
Memuat KD 3.15

A.     Berilah tanda silang ( x ) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar!
1.       Amal ibadah  yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat kelak adalah … .
a.        puasa Ramadhan                                        c.  zakat
b.        tadarus Al Qur’an                                      d.  shalat
2.       Hukum melaksanakan shalat fardhu adalah … .  
a.        sunah                                                          c.  wajib ‘ain
b.        makruh                                                       d.  fardhu kifayah
3.       shalat fardhu lebih baik dikerjakan secara … .
a.        munfarid                                                    c.  sendiri-sendiri
b.        berjamaah                                                   d.  diam-diam
4.       Keutamaan shalat berjamaah adalah diberi oleh Allah SWT berupa pahala sebanyak … derajat.
a.        tujuh                                                           c.  dua puluh tujuh
b.        tujuh belas                                                  d.  tujuh puluh
5.       Saatt melaksanakan shalat berjamaah makmum dan imam melakukan gerakan dengan bersama dan kompak. Hal ini mengajarkakn kita untuk bersikap … .
a.        patuh pada ketua kelompok                       c. selalu mengirim salam dan doa
b.        tidak marah jika dinasihati                         d.  kompak dengan teman
6.       Shalat adalah peribadatan yang diawali dengan … .
a.        berdiri tegak                                               c.  sujud
b.        takbiratul ihram                                          d.  rukuk
7.       Di dalam Al Qur’an telah dijelaskan bahwa bagi orang yang melaksanakan shalat akan terhindar dari perbuatan … .
a.        kebaikan dan kemungkaran                       c.  keji dan mungkar
b.        keburukan dan kebaikan                            d.  dengki dan sirik
8.        سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Adalah bacaan ketika … .
a.        rukuk                                                          c.  duduk tasyahud akhir
b.        sujud                                                          d. duduk diantara dua sujud
9.       Shalat merupakan kewajiban bagi … .
a.        semua orang                                               c.  orang-orang Arab
b.        semua muslim                                            d.  semua orang Indonesia
10.   Bacaan ketika iktidal yang benar adalah … .
a.        السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ                     c.  سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
b.        سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ                              d.  رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
11.    السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Makna bacaan di atas adalah … .
a.        Alah Maha Besar
b.        Maha mendengar Allah pujian orang yang memujinya
c.        Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian
d.        Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya
12.   Berikut ini adalah perilaku yang mencerminkan pemahaman ibadah shalat yaitu … .
a.        saling membantu dalam kebaikan              c.  marah saat ditegur teman
b.        tidak patuh pada ketua kelompok              d.  mengingkari janji
13.   Shalat yang khusyu’ menyadarkan kita sangat kecil dihadapan Allah SWT. Hal ini mengajarkan kita untuk … .
a.        menang sendiri                                           c.  tidak merendahkan orang lain
b.        meremehkan orang lain                              d.  menganggap diri paling hebat
14.  Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya
Adalah makna dari bacaan shalat … .
a.        السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ                     c.  سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
b.        سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ                              d.  رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
15.   Dengan memahami arti bacaannya, shalat kita akan menjadi … .
a.        lama                                                           c.  batal
b.        khusyu’                                                      d.  hebat

B.      Isilah titik-titik di bawah ini degnan jawaban singkat dan tepat!
16.   Amal ibadah yang pertama kali akan dihisab oleh Allah adalah amal ......................................
17.   Melaksanakan shalat harus sesuai dengan tuntunan .................................................................. .
18.   Sehari semalam umat Islam melaksanakan shalat sebanyak .........................................  waktu.
19.   Shalat dapat mencegah perbuat keji dan ....................................................................................
20.    السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Makna bacaan shalat di atas adalah ...........................................................................................  
21.   Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.
Adalah makna bacaan ................................................................................................................  
22.   Bacaan سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ  artinya ....................................................................................
23.   Melaksanakan shalat tepat waktu mengajarkan kepada kita untuk selalu ........................  janji.
24.   Keutamaan shalat berjamaah akan mendapat kan pahala sebanyak ..........................................
25.   Shalat berjamaah di masjid dapat meningkatkan syiar agama ..................................................

C.     Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
26.   Sebutkan nama-nama shalat wajib sehari semalam bagi umat Islam!
27.   Tuliskan 2 (dua) keutamaan shalat!
28.   اللَّهُ أَكْبَرُ
 Tulislah makna bacaan shalat di atas !
29.   Sebutkan 3 (tiga) contoh perilaku yang mencerminkan pemahaman terhadap ibadah shalat!
30.   Tulislah bacaan rukuk lengkap dengan artinya!

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, Ngatmin,dkk. Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar KelasIV. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas.
Al-Albani, M.Nashiruddun, 2009, Sifat Shalat Nabi. Jakarta : Gema Insani
Al-Jauziyah, Ibnu Qoyyim, 2009, Fiqih Shalat Lengkap, Yogyakarta : Pustaka Fahima
Departemen Agama RI,2011. Al Hidayah Al Qur’an Tafsir Per Kata Tajwid Kode Angka, Banten : Kalim
Ghozaly, Faesal, 2017, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/MI Kelas IV.  Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Haryoto, Drs.,2007, Pendidikan Agama Islam 4 dengan Implementasi Pendidikan Budi Pekerti. Yogyakarta : PT Muria Baru.
Suyanto,dkk, 2008, Mandiri Mengasah Kemampuan Diri Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas IV. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Tim KKG PAI, 2007, Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Klaten : CV. Sahabat.
Tim KKG PAI, 2007, Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar Kelas 5. Klaten : CV. Sahabat.


6 komentar:

Followers