Assalamu'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh.... Sugeng rawuh wonten ing Blog PORTAL GPAI ( Coretan Kecil GPAI Jalur Selatan )...Kula hangaturaken maturnuwun sampun kersa pinarak... Mugi-mugi migunani tumrapipun Panjenengan sedaya....Jazakumullahu khairan...

Rabu, 26 Agustus 2020

Materi PAI Kelas 5 Mengenal Kitab-kitab Allah SWT

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu: Mengenal kitab-kitab Allah Swt. yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur’ān.


B. Materi Pelajaran

1. Perintah Beriman Kepada Kitab-kitab Allah SWT

Bacalah al-Qurān surat an-Nisā’/4: 136 berikut dengan cermat:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

Selasa, 18 Agustus 2020

Materi PAI Kelas 4 Beriman Kepada Rasul Allah SWT

 

Beriman kepada Rasul Allah memiliki makna percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus nabi dan rasul.

A.     Pengertian Nabi dan Rasul

Nabi dan rasul memiliki arti yang berbeda, yakni :

Nabi adalah seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk dirinya sendiri dan tidak berkewajiban menyampaikan kepada orang lain.

Rasul adalah  seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk dirinya sendiri dan berkewajiban menyampaikan kepada orang lain.

Kamis, 13 Agustus 2020

Materi PAI Kelas 6 Ketika Bumi Berhenti Berputar


Kompetensi Dasar 

1.3 Meyakini adanya hari akhir sebagai implementasi dari pemahaman Rukun Iman.
2.3 Menunjukkan perilaku rendah hati yang mencerminkan iman kepada hari akhir.
3.3 Memahami hikmah beriman kepada hari akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia.
4.3 Menunjukkan contoh hikmah beriman kepada hari akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia.

Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat:
1. Meyakini adanya hari akhir sebagai implementasi dari pemahaman Rukun Iman.
2. Menunjukkan perilaku rendah hati yang mencerminkan iman kepada hari akhir.
3. Memahami hikmah beriman kepada hari akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia.
4. Menunjukkan contoh hikmah beriman kepada hari akhir yang dapat membentuk perilaku akhlak mulia.




 Amati gambar





 

Makna Kiamat

Hari kiamat adalah peristiwa hancurnya alam semesta beserta isinya. Alam semesta hancur luluh dan semua makhluk di dalamnya mati. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikat Israfil atas perintah dari Allah Swt.. 
Hari Kiamat tidak diketahui kapan terjadi. Hanya Allah Swt. saja yang mengetahui kapan peristiwa hari Kiamat terjadi. Namun, kita harus percaya Hari Kiamat akan datang. Percaya kepada Hari Kiamat adalah rukun iman yang kelima. 
Pada hari Akhir, seluruh manusia meninggal dunia, tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang hidup. Manusia akan dibangkitkan kembali untuk kemudian dikumpulkan di Padang Mahsyar.  Di Padang Mahsyar, seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya selama hidup di dunia. Manusia memikirkan dirinya masing-masing, hukuman atau hadiah yang akan diterimanya atas amal perbuatan selama di dunia. 
Apakah amalan kebaikan lebih berat daripada amalan keburukan, atau sebaliknya. Jika amalan kebaikan lebih banyak, sorga telah menantinya. Jika amalan keburukan lebih banyak, neraka telah menantinya.

Macam-macam Hari Kiamat

1.     Kiamat Sugra
Tahukah kalian apa Kiamat Sugrā (kiamat kecil) itu? Kiamat Sugra ialah hancurnya alam di sekitar kita; misalnya gunung meletus, gempa bumi, tsunami, air bah atau banjir bandang. Kiamat kecil dapat terjadi di mana saja di atas bumi ini. Kiamat kecil dapat menimpa siapa saja dan di mana saja, seperti kematian seseorang.
Kiamat Sugrā (kiamat kecil) bisa saja terjadi karena ulah manusia sendiri. Misalnya, berkendaraan tidak hati-hati sehingga kecelakaan, membakar hutan dan menebang pohon-pohon yang tidak terkendali sehingga gunung menjadi gundul, tanah longsor serta membuang sampah di sungai sehingga mengakibatkan banjir.

2. Kiamat Kubro
Kiamat Kubrā (kiamat besar) adalah hancurnya alam semesta beserta isinya. Seperti matahari, bumi dan planet-planet lainnya sudah tidak berjalan pada porosnya sehingga saling bertabrakan. Bumi berguncang dahsyat dan tidak ada satu makhluk pun di muka bumi ini yang hidup.
Kelak di Hari Akhir setelah alam semesta dihancurkan, manusia dibangkitkan kembali dari alam kuburnya. Kiamat Kubrā lebih dahsyat dan tak ada seorang pun yang tahu kapan akan terjadi. Bahkan, Nabi Muhammad saw. pun tidak diberi tahu oleh Allah Swt. Hanya Allah Swt. yang tahu.
Allah Swt. menjelaskan di dalam Q.S. al-Zalzalah/99:1-2, yaitu:


1.      Artinya:

1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat;
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya.
Kelak di Hari Akhir setelah alam semesta dihancurkan, manusia dibangkitkan kembali dari alam kuburnya. Kiamat Kubrā lebih dahsyat dan tak ada seorang pun yang tahu kapan akan terjadi. Bahkan, Nabi Muhammad saw. pun tidak diberi tahu oleh Allah Swt. Hanya Allah Swt. yang tahu. 

Tanda-tanda Hari Kiamat

Tada seorang pun yang tahu kapan Hari Kiamat datang. Namun, Allah Swt. memberitahukan tanda-tanda hari Kiamat makin dekat melalui firman-firman-Nya dalam al-Qur’ān. Di antara tanda tanda tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Banyak ulama Muslim yang wafat.
  2. Ilmu agama dianggap tidak penting.
  3. Maksiat makin terang-terangan dan kejahatan di muka bumi makin merajalela.
  4. Banyak laki-laki yang perilakunya menyerupai perempuan, atau sebaliknya perempuan berperilaku seperti laki-laki.
  5. Banyak peperangan dan kerusuhan di muka bumi ini
  6. Minuman keras dan barang terlarang (seperti narkoba) bebas beredar sehingga menimbulkan tindakan kriminalitas yang merajalela.
  7. Munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi/rasul. 
Tanda-tanda Kiamat Sugro
  1. Perzinahan merajalela
  2. Kemaksiatan banyak dilakukan secara terang-terangan
  3. Jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki
  4. Aurat diumbar
  5. Wanita menyerupai laki-laki dan sebaliknya
  6. Berlomba-lomba menumpuk harta
  7. Orang tua menjadi budak
  8. Sering terjadi bencana alam

Tanda-tanda Kiamat Kubro
  1. Munculnya dajjal
  2. Munculnya binatang ajaib
  3. Terbitnya matahari dari sebelah barat
  4. Turunnya Nabi Isa As.
  5. Keluarnya bangsa Yakjuj dan Makjuj
Hikmah mempercayai Hari Akhir
  1. Kita bertambah yakin dengan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.
  2. Kita bertambah semangat mengerjakan amal kebaikan.
  3. Kita menghindari perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. seperti: berkelahi, menggunakan obat terlarang/narkoba, minum minuman keras, mencuri, memftnah dan, sebagainya.
  4. Bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan.
  5. Selalu waspada dan menjaga lingkungan sekitar rumah atau sekolah.
  6. Tidak menunda-nunda melakukan amal kebaikan, seperti melakukan salat lima waktu, mengerjakan PR, dan sebagainya.

 Ayo Berlatih

  1. Jelaskan soal arti Hari Kiamat!
  2. Jelaskan 4 contoh Kiamat Sugrā!
  3. Jelaskan 4 tanda akan datangnya hari Kiamat!
  4. Jelaskan 4 hikmah mempercayai hari Kiamat!
  5. Jelaskan 4 perbedaan Kiamat Sugrā dan Kiamat Kubrā?

Selasa, 11 Agustus 2020

Materi PAI Kelas 5 Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna

 

Kompetensi Dasar

1.2  Meyakini adanya Allah Swt. Yang Maha Mematkan, Mahahidup, Maha Berdiri Sendiri dan Maha Esa.

2.2  Menunjukkan sikap berani, peduli, mandiri dan teguh pendirian sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmā'ul Husnā: al-Mumīt, al-Hayyu, al-Qayyūm, dan al-Ahad.

3.2 Memahami makna al-Asmā'ul Husnā: al-Mumīt, al-Hayyu, alQayyūm, dan al-Ahad.

4.2 Membaca al-Asmā'u al-Husnā: al-Mumīt, al-Hayyu, al-Qayyūm, dan alAhad dengan jelas dan benar.

Tujuan Pembelajaran

q  Peserta didik dapat meyakini adanya Allah Swt. Yang Maha Mematkan, Maha hidup, Maha Berdiri Sendiri dan Maha Esa;

q  Menunjukkan sikap berani, peduli, mandiri dan teguh pendirian sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmā'ul Husnā: al-Mumīt, al-Hayyu, al-Qayyūm, dan al-Ahad;

q  Memahami makna al-Asmā'ul Husnā: al-Mumīt, al-Hayyu, alQayyūm, dan al-Ahad;

q  Membaca al-Asmā'ul Husnā: al-Mumīt, al-Hayyu, al-Qayyūm, dan alAhad; dan menunjukkan makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-nya sebagai implementasi rukun iman.

Materi Pelajaran

Untuk mengenal lebih jauh, siapa Allah Swt., jawabannya, ada pada al-Asmā’ul-husnā. Oleh karena itu, Allah Swt. mewahyukan nama-Nya kepada manusia melalui kitab suci al-Qurān. Di sana disebutkan nama-nama Allah Swt. sebanyak 99 nama atau disebut dengan al-Asmā’ul husnā yaitu nama-nama yang baik dan indah. Adapun pelajaran al-Asmā’ul husnā di kelas 5 ini, dibatasi hanya 4 al-Asmā’u al-¦usnā, yaitu al-Mum³t, alHayyu, al-Qayyūm, dan al-Ahad.

1. Al Mumit

Al-Mumit mengandung arti Yang Maha Mematikan.

Allah Swt. telah berfirman dalam Surat Al Ankabut ayat 57: كُلٌّ نَفْسٍ ذَا ئِكَةُالْمَوْتِ

Artinya : Setiap yang bernyawa pasti mati”.

Oleh karena itu, kematian tidak dapat dihindari manusia. Kematian bukanlah sesuatu  yang ditakuti, akan tetapi kematian adalah tangga menuju kebahagiaan abadi.

Firman Allah QS Al Waqi’ah ayat 60 :

نَحْنُ قَدَّرْ نَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْ قِيْنَ

Artinya : Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah ( QS Al Waqi’ah : 60 )

Kehidupan di dunia hanya sementara. Banyak cara yang bisa Allah SWT perbuat untuk mematikan makhluk ciptaan-Nya jika waktunya telah tiba.

Seorang muslim yang saleh akan selalu ingat Allah dan tidak akan takut akan kematian

 

2. Al Hayyu  

Al –Hayyu mengandung arti bahwa Allah Swt. hidup kekal selamanya, dan Yang Memberi Hidup makhluk-Nya.

Hidup atau mati ada di dalam kekuasaan Allah Swt. Contoh, berapa banyak orang yang sedang mengalami sakit berat, tapi Allah masih berkehendak memberikan kesempatan untuk hidup. Sebaliknya, sering kita melihat orang tidak sakit, kondisi dalam keadaan sehat wal’afat, tiba-tiba saja terdengar sudah meninggal dunia. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang sakit jantung, terjatuh, tabrakan atau tertabrak, tenggelam, tertembak, dan sebagainya.

Berdo’alah kepada Allah Swt.: “Ya Allah Ya Hayyu, wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Hidupilah kami dalam keselamatan dan kemanfaatan”.

 

3. Al Qayyum

Al-Qayyūm (Yang Maha Berdiri/Mandiri), mengandung arti Allah Swt. itu berdiri sendiri untuk selama-lamanya.

Allah Swt. memberikan pendidikan kepada manusia supaya hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain

Firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 255 :

اللهُ لَّا اِلَهَ الَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ...

Artinya : Allah tidak ada Tuhan selain Dia, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya )…

 

4. Al Ahad

Al-Ahad (Yang Maha Esa), mengandung arti Allah Swt. itu Esa.

Perhatikan al-Qur’ān surat al-Ikhlas berikut ini:

قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ ....

Artinya: “katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”.

Disebut pula dengan “al-Wahid” artinya Yang Maha Tunggal atau Maha Esa, tak ada sekutu bagi-Nya

 

Perilaku yang mencerminkan Asmaul Husna

  1. Rajin beribadah, rajin belajar, hormat dan patuh kepada orang tua dan guru
  2. Memelihara diri sendiri ( makan, minum, rajib berolahraga ) dan membantu keberlangsungan hidup orang lain ( bersedekah )
  3. Bersikap mandiri ( merapikan tempat tidur, menyiapkan peralatan sekolah, makan dan lain-lain)
  4. Tidak berbuat syirik/menyekutukan Allah

 

Ayo Berlatih

Setelah membaca materi pelajaran 2 di atas, lakukan hal-hal berikut ini.

  1. Jelaskan pengertian mengenal Allah Swt. melalui al-Asmā’ul Husnā.
  2. Apa yang dimaksud dengan al-Mumit? Jelaskan.
  3. Apa yang dimaksud dengan al-Hayyu? Jelaskan.
  4. Apa yang dimaksud dengan al-Qayyūm? Jelaskan.
  5. Apa yang dimaksud dengan al-Ahad? Jelaskan. 

Materi PAI Kelas 4 Beriman Kepada Allah SWT

 

Beriman kepada Allah Swt

Beriman atau iman artinya percaya; percaya kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam.

Beriman kepada Allah artinya percaya kepada Allah.

Bukti adanya Allah adalah adanya alam semesta dan semua isinya. Al-Qur'an telah menjelaskan adanya Tuhan dan nama-Nya.

Allah Swt. pencipta dan penguasa alam raya ini dan seisinya. Ciptaan Allah adalah yang ada di langit, bumi: manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lainnya.

Bagaimana kita mengenal Allah? Kita dapat mengenal Allah melalui: alam semesta, al-Qur’an, dan nama-nama Allah (al-Asma’u al-Husna).


1. Beriman kepada Allah Swt melalui ciptaan-Nya

Amati dan cermati gambar berikut ini !


Adanya alam semesta, termasuk bumi yang kita huni sekarang ini adalah bukti adanya Tuhan. Alam semesta ini berisi benda-benda. Di dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam terdapat benda mati, benda yang tidak bisa bergerak, bertumbuh, berkembang, dan bernafas. Juga ada yang disebut sebagai benda hidup yaitu benda yang bisa bergerak, bertumbuh, berkembang, dan bernafas. Semua itu Allah Swt. yang menciptakan.


2. Beriman kepada Allah Swt melalui Al Qur’an

Al Qur’an merupakan kitab suci dan pedoman hidup manusia. Al Qur’an berisi perintah, larangan, himbauan Allah SWT, kisah-kisah umat terdahulu agar menjadi pembelajaran bagi umat.

Firman Allah dalam Al Qur’an meliputi keimanan, ibadah, dan adab pergaulan dengan seksama manusia.


Firman Allah SWT dalam surat  Al An’am ayat 102

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَٱعْبُدُوهُ ۚ

 وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ

Artinya : Itulah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.

ayat al-Qur’an di atas mengenalkan kepada kita bahwa Allah adalah Tuhan kita satu-satunya, Dialah yang menciptakan dan memelihara segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Jadi, kita wajib menyembah hanya kepada-Nya.


3. Beriman kepada Allah Swt melalui Asmaul Husna

Asmaul husna adalah nama-nama yang baik dan indah bagi Allah SWT. Jumlahnya ada 99 nama.

Semua nama Allah SWT tersebut menunjukkan kesempurnaan, keindahan dan keagungan  Allah SWT.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ

Artinya : Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai Asmaul Husna (nama-anam yang baik). QS. Thaha : 8


1) Al Basir ( Yang Maha Melihat )

Al Basir artinya Allah Yang Maha Melihat. Allah SWT Maha Melihat segala sesuatu yang ada di alam ini termasuk juga perbuatan manusia

Penglihatan manusia terbatas tapi Allah tidak terbatas.

Sebagai wujud mengimani Al Basir adalah hendaknya kita selalu berbuat kebajikan dan beribadah kepada Allah SWT.


2) Al ‘Adlu ( Yang Maha Adil )

Al ‘Adlu artinya Allah Yang Maha Adil. Allah SWT Maha Adil terhadap semua makhluk-Nya.

Allah Swt. menempatkan semua manusia sama di hadapanNya. Tidak ada yang ditinggikan hanya karena keturunan, kekayaan, atau jabatannya. Allah Swt. memuliakan seseorang hanya karena
ketakwaannya. Takwa artinya mengerjakan yang diperintahkan Allah, dan menjauhi yang dilarang-Nya

Sebagai wujud mengimani Al ‘Adl adalah kita harus menegakkan keadilan untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain. 


2) Al ‘Azim ( Yang Maha Agung)

Manusia pasti membutuhkan orang lain, sedangkan Allah tidak membutuhkan makhluk lain. Oleh karena itu, Allah disebut al-Azim. Al-’Azim artinya Allah Maha Agung. Hanya Allah Yang Maha Agung yang tidak membutuhkan pertolongan. Dia yang memenuhi semua kebutuhan makhluk-Nya. Manusia membutuhkan pertolongan-Nya dan membutuhkan pertolongan orang lain. Manusia tidak bisa hidup sendirian. Dengan memahami sifat Allah, al-‘Azim, maka kita akan selalu mengagungkan tanda-tanda kebesaran-Nya dengan cara melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.


Rangkuman

==========

1.Manusia wajib percaya kepada Allah Swt.
2.Manusia wajib mempelajari tentang adanya Allah.
3.Mengenal Allah dapat dilakukan melalui pengamatan alam semesta dan al-Qur’an.
4.Semua benda, baik benda hidup maupun benda mati adalah ciptaan Allah.
5.Pencipta disebut khalik, sedangkan yang diciptakan disebut makhluk.
6.Iman kepada Allah harus dibuktikan dengan cara mematuhi perintahNya dan menjauhi larangan-Nya.

Jawablah pertanyaan berikut ini!

1.Apa maksud beriman kepada Allah melalui alam semesta? Jelaskan!
2.Apa maksud beriman kepada Allah melalui kitab suci?
Jelaskan!
3.Apa maksud beriman kepada Allah melalui asma-Nya?
Jelaskan!
4.Bagaimana kita bisa yakin bahwa Allah itu ada, padahal Allah tidak bisa dilihat oleh mata manusia?
5.Apa gunanya kamu mengetahui sifat Allah itu al-Basir? Jelaskan!
6.Apa gunanya kamu mengetahui sifat Allah itu al-‘Adl?
Jelaskan!
7.Apa gunanya kamu mengetahui sifat Allah itu al-‘Azim? Jelaskan!

Followers